Apa aku diam bisa membuat mereka senang?
Apa aku diam bisa membuat hidup mereka lebih tenang dan bahagia?
Jika jawaban dari pertanyaanku itu adalah "ya"
maka akan kulakukan apapun, sekalipun itu harus mengorbankan perasaan atau bahkan nyawaku untuk mereka yang kusayang..
Aku menyayangi keluargaku
aku menyayangi teman-temanku
aku menyayangi semua sahabatku, bahkan ketika mereka menganggapku sebatas angin lewat
..ketika mereka tidak menganggapku siapa-siapa untuknya
tapi itu tak pernah membuat niatku membuat mereka senang untuk diurungkan
bukan bermaksud aku merendahkan diriku sendiri seperti apa yang orang-orang itu katakan,
tapi aku ingin membuat mereka selalu senang
tapi ntah itu senang dalam uforia keegoisa mereka
tapi aku senang membuat mereka bahagia karnaku
jika aku menjauh dari kehidupan mereka itu membuatnya senang, aku akan menjauh
jika dengan cara aku harus hilang dari semuanya, maka aku akan hilang
aku gak mau ada satu hati yang tersakiti
aku gak mau ada yang menganggap tujuanku ini sebagai haal negative
walau kadang aku gak suka mereka memberi kesalah pahaman kepadaku dan kepada oranglain ketika mereka tidak mengerti atau tidak mencerna dengan tujuan baik ku
ntah orang menganggap aku sebagai orang yang berlebihan
tapi inilah aku
terkadang aku melihat tulisan dibeberapa jejaring sosial
dan aku berfikir...
kenapa mereka tidak memikirkan bahwa apaa yang mereka tulis untuk oranglain itu bahkan mengenai dirinya sendiri, ia bisa menilai oranglain tapi tak bisa menahan emosi untuk meilai oranglain
sampai sekarang aku masih mencari cara bagaimana caranya agar membuat orang tersenyum dan tertawa lepas tanpa sebuah kesalah pahaman
aku sangat merasa bersalah ketika seorang merasa salah paham, ketika seseorang merassa tersalahkan karnaku
tapi sedikitpun aku tidak bermaksud demikian
tak ada yang tau aku seperti apa
bahkan diriku sendiri
tapi manusia, seorang makhluk dengan gampang menyimpulkan dan tidak pikir panjang menyimpulakn bagaimana sifat dari seseorang
walaupun sebenarnya orang-orang itu sangatlah sering berubah
terkadang aku bingung, kenapa disetiap tempat dan situasi berbeda aku selalu mengubah tentang sifatku
disuatu tempat aku bisa tertawa lepas bersama mereka,
disuatu tempat aku seakan melepaskan topeng yang menyesakkan diriku dan membalas semua itu dengan bahagia, dan tertawa lepas dengan mereka
tapi disisi lain aku merasa selalu memakai topeng selama aku berdiri disana
disana aku seolah tak mengenal siapapun
seolah aku membenci keadaan itu dan mereka, dan aku tak pernah bisa tertawa lepas didepan mereka
sekarang aku sadar apa yang menyebabkanku begitu
bukan aku yang mengatur
tapi itu hatiku yang tak bisa bohong ketika aku mengikhlaskan dan tidak
ditempat yang membuatku ahagisa, aku bisa tertawa selepas mungkin tiada batas dengan mereka, karna tempat itu sudah tidak asing bagiku, bahkaan orang-orang disana tidak menyembunyikan diri mereka yang sesungguhnya, tidak ada kemunafikan antara kita ketika bersama, dan itulah yang membuatku nyaman dan menjadikanku sebagai diri sendiri.
dan disisi yang membuat seoalah aku bukan aku, disana banyak tersedia topeng-topeng seolah mereka menerimaku, seolah mereka tertawa lepas bersamaku, seolah tak ada yang membenciku, seoalah senang dengan kehadiranku disana
tapi disana aku merasa aku bukanlah aku melainkan oranglain, semuanya memakai tyopeng dan tidak bisa menjadi diri mereka masing-masing
bahkan disana aku lebih memilih diam, aku tidak ingin terhanyut dalam kehidupan mereka semua. Namun aku bertahan bersama beberapa yang mengakui semua itu terjadi namun tidak separahku
tapi aku berfikir mengenai itu,
aku harus melewati sisa-sisa terkahirku ada disana untuk sesuatu hal yang lebih menjajanjikan
dan menunggu waktu aku berpisah dengan mereka
aku sebenarnya senang berpisah dengan mereka
karna aku tak suka selalu memakai topeng ketika bersama mereka, aku gak nyaman ..
sekarang, tinggal beberapa langkah lagi menuju saat-saat yang kunantikan sejak lama..
bahkan sebelum aku mengenal mereka, mereka tidak pernah ada sebelumnya..
aku bisa, aku yakin bisa, karna awalnya mereka tidak ada
jadi, untuk apa aku takut sendiri? karna awalnya aku hanya seorang diri dan bertemu dengan individu lain
aku tidak takut sendiri, karna setiap orang selalu berganti bagiku dan sulit untukku menerima haal yang aku tak sukai.
biarkan waktu mengalir bagai air yang deras sampai tiba akhirnya harus mengulangi semua dari awal, dari titik nol untuk sebuah kebahagiaan yang abadi...................................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar